Home » Peluang Usaha » Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus   

Prospek Budidaya Cacing TanahBeternak cacing atau budidaya cacing, mungkin masih menjadi kegiatan aneh, dan belum familier di telingga kita. Bagaimana mungkin, cacing yang dikenal menjijikkan itu diternakkan, dan bahkan memiliki prospek cerah? Namun, tingginya permintaan untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, maupun pakan ternak mampu membuat sirna keraguan-raguan akan potensi dan prospek cerah budidaya cacing Lumbricus Rubellus. Komoditas cacing juga diharapkan menjadi bisnis agri masa depan yang selaras dengan misi setiap negara dalam melestarikan lingkungan.

Penasaran? Berikut kisah si cacing dan prospek cerah peluang usahanya.

Cacing (khususnya jenis Lumbricus Rubellus) memang memiliki banyak manfaat untuk manusia. Diantara kebaikan-kebaikan ini, cacing bisa dijadikan obat penurun panas dan demam yang sangat efektif. Bahkan, penggunaan cacing dalam obat sudah diperkenalkan sejak nenek moyang dulu. Tidak hanya di Indonesia, cacing lumbricus rubellus atau biasa dikenal cacing tanah merah ini juga menjadi bahan utama dalam pembuatan obat dan bahan kosmetik di luar negeri, seperti Cina, Korea, Jepang, Kanada, dan Amerika.

Harijadi, peternak dan leader farm budidaya cacing Magetan

Harijadi, peternak dan leader farm budidaya cacing Magetan

“Permintaan cacing tak hanya datang dari dalam negeri, dari luar negeri pun juga sangat besar. Bahkan, untuk memenuhi permintaan dari pabrik-pabrik dalam negeri, farm kami masih belum mampu memenuhi kuota permintaan tiap bulannya. Karena inilah, sebenarnya dibutuhkan mitra kerjasama yang banyak untuk peternak cacing di Indonesia.” Ungkap Harijadi, salah satu peternak dan leader salah satu farm budidaya cacing di Magetan, Jawa timur kepada wartawirausaha.com.

Cacing dikenal memiliki banyak keunggulannya. Salah satunya adalah ketahanan tubuh yang sangat luar biasa. Selain itu, perawatan cacing juga cukup simple. Dalam perawatan beberapa kolam cacing, tidak membutuhkan tenaga yang banyak. Menurut Harijadi, cukup satu orang untuk mengelola dan merawat puluhan kolam cacing. Pakan cacing pun juga tergolong mudah, sisa atau limbah makanan dari rumah tangga bisa dijadikan pakan cacing. Selain itu, ampas tahu, atau sayuran busuk bisa dijadikan pakan cacing juga.

“Untuk kebutuhan makan, biasanya saya memberikan sayuran kubis sisa yang saya ambil dari pasar. Kubis terlebih dulu di cacah sebelum diberikan ke kolam cacing. Enaknya berternak cacing, cacing tidak tergantung pada pemberian makan. Bahkan, untuk pemberian makan yang tidak rutin pun tidak masalah.” Ujar Harijadi.

Perkembangbiakan cacing tergolong super cepat, bahkan masa panen untuk cacing jenis lumbricus rubellus ini menurut Harijadi hanya membutuhkan waktu 40 hari. Harga satu kilo untuk jenis cacing yang lumayan tinggi, membuat budidaya cacing menjadi salah satu alternatif di bidang agri. Dari pengakuan Harijadi, untuk satu kilo cacing umur 40 hari dihargai 40 – 50 ribu rupiah.

“Ukuran kolam tempat budidaya cacing, idealnya memiliki panjang dan lebar 1 x 4 meter. Untuk satu kolam biasanya diisi 15 -20 kg indukan cacing. Nah, kelebihan cacing lumbricus ini, dalam waktu 30 – 40 hari cacing sudah bisa dipanen. Dan jangan kaget, dalam waktu 40 hari 15 kg indukan cacing lumbricus bisa berkembang menghasilkan 3 kali lipat, yaitu 45 kg setiap kolam.” Tambah pria yang mengaku rutin mengirimkan minimal 60 kg cacing ke salah satu rekannya di Malang.

Hal pertama yang harus disiapkan dalam budidaya cacing ini adalah bibit cacing dan media yang akan digunakan untuk cacing. Media untuk cacing bisa digunakan grajen sisa jamur atau limbah dari budidaya jamur. Harijadi menjelaskan, grajen bekas jamur ini bisa dicampur dengan kletong (kotoran sapi) yang sudah kering atau setengah kering, serta tanah. “Jika media sudah siap, media tersebut bisa langsung diratakan di kolam. Untuk ukuran kolam bisa menggunakan 1 x 4 meter dengan tinggi 60 cm. Dasar kolam bisa dialasi batu bata yang ditata sedemikian rupa.” Ungkap pria yang juga pernah membudidayakan beberapa jenis ikan air tawar ini.

Mengingat cacing merupakan binatang dengan habitat asli di tanah, maka jangan lupa untuk mencampur tanah di media budidaya cacing. Tanah yang baik untuk campuran media cacing ini adalah tanah yang diambil di pinggir sungai. Setelah media siap, indukan cacing pun siap ditebar secara merata.

“Cacing merupakan binatang yang menyukai tempat lembab dan gampang stress jika terkena cahaya matahari. Karena itu, penting setiap hari mengecek kelembaban media. Usahakan media jangan terlalu basah dan terlalu kering. Jika kering, media cacing bisa disemprot air secara merata dan tidak berlebihan. Untuk kolam sendiri sebaiknya menggunakan iyup-iyup (atap) agar cahaya tidak masuk ke kolam.” Ujar Harijadi yang saat ini sudah memiliki 20 kolam dan berencana ingin menambah kolam lagi.

Kendala utama dalam budidaya cacing ini, menurut Harijadi adalah serangan semut serta tikus. Selain dua binatang tersebut perlu diwaspadai juga hewan predator cacing seperti katak dan kadal. Namun serangan semut dan tikus ini biasanya terjadi hanya di bulan-bulan awal budidaya. Solusi Harijadi untuk kendala ini adalah dengan menjaga kebersihan sekitar kolam. Setiap siang atau sore sisi-sisi luar kandang bisa disemprot air agar tetap bersih dan bebas semut.

Budidaya cacing, bisa dilakukan di daerah manapun. “Inilah kelebihan yang dimiliki cacing, karena di semua daerah cacing bisa hidup subur. Yang penting, media di kolam diusahan tetap selembab mungkin. Karena cacing menyukai habitat yang lembab. Saat panen atau 40 hari, cacing besar siap panen biasanya akan meminggir di pinggir kolam. Sedangkan telur dan anakan cacing biasanya akan menggumpul di tengah.” Tambah Harijadi.

Usaha Cacing Lumbricus RubellusSelain cacingnya yang laku dijual dalam kondisi hidup di pabrik farmasi dan kosmetik atau diekspor ke luar negeri, ternyata kascing (media bekas budidaya cacing) juga laku dijual. Kascing merupakan pupuk organik alami yang memiliki kandungan hara makro serta mikro yang lengkap dengan pH basa. Kascing ini biasanya digunakan untuk pupuk tanaman sayuran, buah-buahan, selain itu juga cocok untuk pupuk padi organik. Untuk perkilo kascing, biasanya Harijadi menghargai 5.000 sampai 6.000 rupiah.

Pemasaran cacing, menurut Harijadi tidaklah terlalu sulit. Saat ini, banyak pabrik-pabrik farmasi atau kosmetik yang siap menampung hasil panen budidaya cacing. Bahkan beberapa negara juga siap menampung cacing-cacing ini. Penting juga untuk menjalin kemitraan bersama para petani cacing untuk berbagi info mengenai penjualan serta tips-tips beternak cacing.

“Sampai sejauh ini, prospek untuk wirausaha ternak cacing lumbricus rubellus masih sangat bagus. Selain cacingnya yang diburu oleh pabrik obat dan kosmetik serta pabrik pakan ternak, media bekas cacing atau kascing juga laku keras. Jika sudah merasakan hasil dari budidaya cacing ini, saya jamin anda tidak bakal jijik lagi sama cacing.” Tutup Harijadi.

 

The following two tabs change content below.
Twitter: @soeparno_yanto ~ Telp. 081.227.352.007 ~ PIN. 298361D9 ~ WA. 089662594077

Latest posts by WartaWirausaha .com (see all)

62 Responses to “Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus”

  1. Malam pak saya di Jombang Jatim Pak, Pak saya berminat dengan budidaya cacing lumbricus, tolong email mengenai info kerjasamanya. terima kasih

    Reply
  2. Pak, saya tertarik untuk budidaya cacing di daerah Kebumen. mohon informasi bentuk kerjasama dan kemitraannya. Terima kasih.

    Reply
  3. saya tertarik dengan budidaya cacing, kebetulan saya punya lahan 1 hektare kurang produktif. bisa di emailkan bentuk kerjasama atau tata caranya ya pak? terimakasih

    Reply
  4. salaaam pak bisa minta tolong kirim info kemitraan via email, trima kasih sebelumnya

    Reply
  5. saya tertarik dengan kerjasama investasi ternak cacing ini tolong jelaskan detailnya,,,,saya tinggal di ponorogo ,,,,
    terimakasih,,,,,

    Reply
  6. pak mohon di emailkan proposalnya.
    harga jual cacing berapa mas dan harga ambil mas berapa ?
    saya mau buka besar-besaran pak, mohon kerjasamanya.
    saya ada di pasuruan.

    Reply
  7. saya mohon informasi detail
    tentang :
    1. kerja sama investasi ternak
    cacing
    2. sistem kerja sama kemitraan, terima kasih

    Reply
  8. pak saya minat belajar ternak cacing. Mohon di email ya. Thx

    Reply
  9. mohon informasi mengenai detail kerjasama dan kemitraannya. terima kasih

    Saya tunggu ya pak …

    Reply
  10. Pak saya berminat dengan budidaya cacing lumbricus, tolong email mengenai info kerjasamanya. terima kasih

    Reply
  11. boleh donk minta di emailkan pola kemitraan kerjasamanya.. karena dolo saya pernah coba budidaya cacing lumbri ini.. dari modal cuma 2 kg sempat jadi sampe 5 kg.. itupun dengan cara asal-asalan juga masih untuk pakan belut.. karena ternak belut saya hentikan dengan kendala kesulitan untuk medianya.. maka karena tidak ada kejelasan untuk pangsa pasar si cacing ini lalu saya buang semua si cacingnya… jadi sekarang saya minta tolong untuk diemailkan pola kemitraannya.. makasih pak

    Reply
  12. Pak, Saya memulai budidaya cacing ini kurang lebih baru 3 bulan ini di Malang dan kemungkinan akan saya jalankan juga di tangerang, saya tertarik untuk mengembangkan usaha ini, mohon informasi mengenai detail kerjasama dan kemitraannya. terima kasih.

    Reply
  13. Pak, saya memulai usaha beternak cacing ini baru sekitar 3 bulan ini, lokasi di Malang, tetapi tidak menutup kemungkinan akan saya jalankan juga di tangerang, mohon informasi detail mengenai sitem investasi kerjasama dan kemitraannya Pak, terima kasih.

    Reply
  14. pak mohon info atau proposal tentang kerjasamanya.

    Reply
  15. Saya sangat tertarik dengan Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus yg dijalankan P.Harijadi.
    Bagaimana saya bisa hubgi dan belajar ke beliau?
    tentang bibit/indukan,membudidayakan,serta penjualannya…?
    Terimakasih
    Saya dr Tulungagung-Jatim

    Reply
    • silakan pak, Bapak Putut dapat menghubungi Bapak Harijadi dan team di:
      HP: 081227352007
      Pin BB: 298361D9

      Kami memang akan mengembangkan kerjasama dengn pola kemitraan dengan rekan2 yang berminat dengan usaha ini di daerah masing2.
      Dengan pola demikian kita nanti dapat bekerjasama baik dari segi pembibitan, pengelolaan dan penjualannya karena prospek dalam budidaya ini sangat cerah pak.

      Reply
  16. pak tlng di email ke sya tentang kerjasama usaha cacing lumbricus.sya ada di balaraja tangerang.082111012808

    Reply
  17. ada minimum ga kalo kita mau jual ?

    Reply
  18. Agustinus Adi P Saturday, 19 October 2013

    Saya peternak cacing pemula tinggal di malang, untuk pemasaran di Malang dimana? dan harga jualanya berapa?

    Reply
  19. naufal Gresik Monday, 14 October 2013

    pak saya baru ternak cacing kira kira satu minggu yang lalu . apa bapak mau menerima cacing dari saya kalo saya sdh panen ? perkilo nya dihargai berapa ? trims atas perhatiannya

    Reply
  20. wartawirausaha.com , Sy tertarik utk budidaya Cacing ini, boleh tau nomer kontak dari Pak Harijadi???
    Terima Kasih Banyak Infonya…

    Reply
  21. Bingty Kristiyan Saturday, 5 October 2013

    Beli bibit cacing untuk diternakan di area yogyakarta, dimana ya tempatnya?, tks bingty, 085729621875

    Reply
  22. Membaca artikel seperti ini kesannya sangat menggiurkan, sehingga banyak orang yg tertarik beternak cacing, padahal tetap saja masalah utama adalah pemasaran yg sulit dan terbatas.! Apabila ada peternak cacing kesulitan menjual, silakan hub saya utk pemasarannya ( hasan 0816534542 )

    Reply